PNS yang Menjadi Pejabat Negara dan Pimpinan atau Anggota Lembaga Nonstruktural

 

 

Pasal 342

PNS dapat diangkat, dicalonkan, atau mencalonkan diri menjadi pejabat negara dan pimpinan atau anggota lembaga nonstruktural.

 

 

Pasal 343

(1)  PNS dapat diangkat menjadi pejabat negara dan pimpinan atau anggota lembaga nonstruktural.

(2)  Pejabat negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

  1. ketua, wakil ketua, dan anggota Mahkamah Agung;
  2. ketua, wakil ketua, dan anggota Mahkamah Konstitusi;
  3. ketua, wakil ketua, dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan;
  4. ketua, wakil ketua, dan anggota Komisi Yudisial;
  5. ketua dan wakil ketua Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;
  6. menteri dan jabatan setingkat menteri;
  7. kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berkedudukan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh; dan
  8. Pejabat negara lain yang ditetapkan oleh Undang- Undang.

(3)    PNS yang diangkat menjadi pejabat negara dan pimpinan atau anggota lembaga nonstruktural, diberhentikan sementara sebagai PNS.

(4)    Pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh:

  1. Presiden bagi PNS yang menduduki JPT utama, JPT madya, dan JF ahli utama; dan
  2. PPK bagi PNS yang menduduki JPT pratama, JA, dan JF selain JF ahli utama.

(5)    Salinan surat keputusan pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disampaikan kepada Kepala BKN.

(6)    Tata cara pemberhentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 284.

 

 

Pasal 344

Selama menjadi pejabat negara dan pimpinan atau anggota lembaga nonstruktural, masa kerja sebagai pejabat negara dan pimpinan atau anggota lembaga nonstruktural tidak diperhitungkan sebagai masa kerja PNS.