Jenjang, Fungsi, dan Akuntabilitas Jabatan Pimpinan Tinggi

 

 

Pasal 102

Jenjang JPT terdiri atas:

  1. JPT utama;
  2. JPT madya; dan
  3. JPT pratama.

 

 

Pasal 103

JPT berfungsi memimpin dan memotivasi setiap Pegawai ASN pada Instansi Pemerintah.

 

 

Pasal 104

(1)    Setiap   pejabat   pimpinan   tinggi   harus   menjamin akuntabilitas Jabatan.

(2)    Akuntabilitas Jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

  1. JPT utama:

1. tersusunnya   kebijakan   yang   mendukung pelaksanaan pembangunan;

2. peningkatan kapabilitas organisasi;

3. terwujudnya sinergi antar instansi dalam mencapai tujuan pembangunan; dan

4. terselesaikannya masalah yang memiliki kompleksitas dan risiko tinggi yang berdampak politis.

       b. JPT madya:

1. terwujudnya   perumusan   kebijakan   yang memberikan solusi;

2. terlaksananya pendayagunaan sumber daya untuk menjamin produktivitas unit kerja;

3. terlaksananya penerapan kebijakan dengan risiko yang minimal;

4. tersusunnya program yang dapat menjamin pencapaian tujuan organisasi;

5. terlaksananya penerapan program organisasi yang berkesinambungan; dan

6. terwujudnya sinergi antar pimpinan di dalam dan antar organisasi untuk mencapai tujuan pembangunan yang efektif dan efisien.

      c. JPT pratama:

1. tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberikan solusi;

2. tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi;

3. terwujudnya   pengembangan   strategi   yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi; dan

4. terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi.