Tata Cara Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi
 
 
 
 
Pasal 145
 
(1)   Pemberhentian dari JPT diusulkan oleh:
 
  1. menteri yang mengoordinasikan kepada Presiden bagi PNS yang menduduki JPT utama;
  2. PPK kepada Presiden bagi PNS yang menduduki JPT madya;
  3. pejabat lain kepada Presiden bagi pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan kesekretariatan lembaga negara;
  4. Menteri kepada Presiden bagi pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan lembaga nonstruktural; dan
  5. PyB kepada PPK bagi PNS yang menduduki JPT pratama.
 
(2) Pemberhentian dari JPT utama dan JPT madya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d ditetapkan oleh Presiden.
(3) Pemberhentian dari JPT pratama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e ditetapkan oleh PPK.
 
 
 
Pasal 146
 
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberhentian dari JPT diatur dengan Peraturan Menteri.