Pemberhentian karena tidak Cakap Jasmani dan/atau Rohani

 

 

Pasal 242

(1)  PNS yang tidak cakap jasmani dan/atau rohani diberhentikan dengan hormat apabila:

  1. tidak dapat bekerja lagi dalam semua Jabatan karena kesehatannya;
  2. menderita penyakit atau kelainan yang berbahaya bagi dirinya sendiri atau lingkungan kerjanya; atau
  3. tidak mampu bekerja kembali setelah berakhirnya cuti sakit

(2)  Ketentuan mengenai tidak cakap jasmani dan/atau rohani sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan hasil pemeriksaan tim penguji kesehatan.

(3)  Tim penguji kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibentuk oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

(4)  Tim penguji kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) beranggotakan dokter pemerintah.

(5)  PNS yang diberhentikan dengan hormat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mendapat hak kepegawaian sesuai dengan ketentuan   peraturan   perundang- undangan.