Kewenangan Pemberhentian

 

 

Pasal 288

Presiden menetapkan pemberhentian PNS di lingkungan Instansi Pusat dan PNS di lingkungan Instansi Daerah yang menduduki JPT utama, JPT madya, dan JF ahli utama

(1)    Presiden     dapat     mendelegasikan     kewenangan pemberhentian PNS selain yang menduduki JPT utama, JPT madya, dan JF ahli utama kepada:

  1. menteri di kementerian;
  2. pimpinan lembaga di lembaga pemerintah nonkementerian;
  3. sekretaris jenderal di sekretariat lembaga negara dan lembaga nonstruktural;
  4. gubernur di provinsi; dan
  5. bupati/walikota di kabupaten/kota.

(2)    Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a termasuk:

  1. Jaksa Agung; dan
  2. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

(3)    Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b termasuk:

  1. Kepala Badan Intelejen Negara; dan
  2. pejabat lain yang ditentukan oleh Presiden.

(4)   Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c termasuk juga Sekretaris Mahkamah Agung.

 

 

Pasal 290

PPK Pusat menetapkan pemberhentian terhadap:

  1. calon PNS yang tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS di lingkungannya; dan
  2. PNS yang menduduki:
  3. JPT pratama;
  4. JA;
  5. JF ahli madya, JF ahli muda, dan JF ahli pertama; dan
  6. JF penyelia, JF mahir, JF terampil, dan JF pemula.

 

 

Pasal 291

PPK Instansi Daerah provinsi menetapkan pemberhentian terhadap:

  1. calon PNS yang tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS di lingkungannya; dan
  2. PNS yang menduduki:

               1. JPT pratama;

               2. JA;

               3. JF ahli madya, JF ahli muda, dan JF ahli pertama; dan

               4. JF penyelia, JF mahir, JF terampil, dan JF pemula.

 

 

Pasal 292

PPK  Instansi   Daerah   kabupaten/kota   menetapkan pemberhentian terhadap:

  1. calon PNS yang tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS di lingkungannya; dan
  2. PNS yang menduduki:

              1. JPT pratama;

              2. JA;

              3. JF ahli madya, JF ahli muda, dan JF ahli pertama; dan

              4. JF penyelia, JF mahir, JF terampil, dan JF pemula.